Sejarah International Women's Day

Sejarah awal lahirnya Hari Perempuan Internasional

Sejarah Hari Perempuan Internasional bermula pada tahun 1908. Saat itu, buruh perempuan di New York menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik dan hak untuk memilih.

Tak hanya di New York, seruan untuk membela hak-hak perempuan juga digaungkan oleh Clara Zetkin, seorang aktivis yang kemudian mengusulkan pembentukan hari perempuan internasional. Ia memasukan idenya ini ke International Conference of Working Women yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark pada tahun 1910.

Dalam konferensi tersebut, sebanyak 100 perempuan dari 17 negara menyetujui usul Clara dengan suara bulat. Baru pada tahun 1911, Hari Perempuan Internasional dirayakan secara resmi di beberapa negara, seperti Austria, Denmark, Jerman dan Swiss.

Alasan dipilihnya tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional

Saat mengusulkan dibentuknya Hari Perempuan Internasional, Clara tidak menyebutkan tanggal pasti secara spesifik. Maka dari itu, banyak negara merayakannya di tanggal yang berbeda. Di New York, misalnya, merayakannya pada tanggal 28 Februari.

Sampai akhirnya di tahun 1917, pada minggu terakhir Februari (atau yang pada kalender Gregorian jatuh pada tanggal 8 Maret), perempuan-perempuan di Russia melakukan aksi turun ke jalan untuk memperjuangkan hak mereka di bawah slogan “Bread and Peace”. Aksi mereka ini kemudian mengarah pada pemberlakuan hak perempuan untuk memilih di Russia.

Akhirnya, berdasarkan sejarah tersebut, maka UNESCO menetapkan tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional.